PERSATUAN DAN KESATUAN ADALAH MODAL DASAR PERJUANGAN DAN KEMENANGAN.PEMBEBASAN WEST PAPUA

 “BERSATU KITA TEGUH BERPISAH KITA RUNTUH”

Dalam upaya menuju papua merdeka penting ditempuh dengan beberapa prinsip sebagai pola perjuangan yang terhormat, bermartabat, simpatik dan bermoral serta berbobot. Dalam memperjuangkan papua merdeka patut ditempuh dengan pendekatan prinsip nilai nilai rohani, persatuan soilidaritas,aksi damai, geriliya hukum, budaya, dialog, diplomasi, negosiasi, lobi, karya ilmiah, seminar ilmiah, pendidikan, pembangunan, saling menghargai, penguasaan roda ekonomi, penguasaan tekhnologi informasi,  prinsip kesabaran dan prinsip konsolidasi serta rekonsiliasi. 

Prinsip persatuan dan kesatuan dalam memperjuangkan hak-hak asasi rakyat dan bangsa papua barat adalah persyaratan yang sangat mendasar. Rakyat dan bangsa papua barat harus bersatu dengan menyatukan visi ke depan untuk mewujudkan missi perjuangan papua barat merdeka. Rakyat dan bangsa papua barat harus meninggalkan berbagai bentuk perbedaan seperti orang pantai dan orang pedalaman(Gunung), dan juga bentuk perbedaan organisasi perjuangan. Hari ini kita buntut dengan pedebatan, saling menyalakan, saling tidak percaya, saling melemahkan. Saling  telanjangi harkat dan martabat rakyat papua hanya karena egoisme individu. Apakah perjuangan untuk merdeka sudah menjentuh ke akar rumpun Rakyat bangsa papua?.apakah rakyat papua sudah bersatu? . Apa yang kita perdepatan? ketika  rakyat  sebagai pemilik sah tanah air bangsa papua masih berkemah tanpa makan di hutan. Apa yang kita kerjakan hari ini ? ketika tanah dan rakyat masih dalam cengraman manusia bertopen peradaban bumi. 
Bumi di perhanguskan, manusianya diinjak-injak dan perkosa, tanah gunung dikeruk habis-habisan, hutang di babat,  laut diisap.
  Apa yang rakyat inginkan hari ini untuk mendapatkan identitasnya kembali sebagai ciptaan tuhan yang muliah. Apa yang rakyat inginkan hari ini untuk kembalikan bumi,tanah,udara,laut,gunung, mereka .

Rakyat butuhkan hari ini adalah Kesatuan dan Persatuan yang kokoh dan Kesadaran yang harus dikembangkan dalam menyatukan persepsi adalah kita sama-sama orang papua ras Negroid, rumpun Malanesia. Hak-hak kita telah dirampas oleh bangsa-bangsa di dunia dan bangsa Indonesia.
Satukan pikiran, hati dengan menatap masa depan Papua yang Merdeka dari segala penindasan, penjajahan, penipuan, pemerasan dan berbagai bentuk kekejaman orang-orang Indonesia. 
Moto “bersatu kita teguh berpisah kita runtuh” patut menjadi motivasi juang dan semangat juang menuju papua merdeka untuk menemukan hak asasi. Jati diri, harga diri, martabat, identitas sebagai orang-orang papua yang telah sirna sejak papua di aneksasi oleh Indonesia dengan maklumat Trikora pada tanggal 19 desember 1961, Perjanjian New York 1962, penyerahan pemerintahan dari UNTEA kepada Indonesia pada tanggal 1 Mei 1963 dan rekayasa PEPERA 1969.

Persatuan dan kesatuam adalah modal dasar perjuangan dan kemenangan. Orang-orang papua harus bersatu. Berbagai perbedaan baik dalam hal pendapat, mengemukakan pikiran adalah hal yang wajar dan itu adalah kekayaan bangasa dan Negara Papua barat. Perbedaan pendapat dan gagasan-gagasan itu menjadi inspirasi perjuangan dan saling memperkaya satu sama lain sesama orang-orang papua. Perbedaan-perbedaan pendapat dan ide-ide adalah perkara unik. Perbedaan adalah anuggerah dan pemberian Tuhan dan dipergunakan secara bertanggung jawab dengan saling melengkapi menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai rakyat dan bangsa papua barat, ras Negroit dan rumpun Malanesia. Papua tetap Papua. Negroid tetap Negroid. Malanesia tetap Malanesia. 

Orang papua harus mengembangkan nasionalisme dan ideology seperti ini;” saya orang Papua kelahiran wamena atau saya orang papua kelahiran biak. Dan tinggalkan pemikiran bahwa saya orang wamena atau saya orang serui”. yang lazim dipakai adalah “orang pegunungan/pedalaman dan orang pesisir pantai. Pandangan orang pedalaman dan pantai harus dihilangkan. Kita sama-sama sebagai anak papua sedang berjuang untuk negeri papua yang merdeka. Bukan negeri pedalaman atau negeri pesisir pantai. Polemik pedalaman dan pantai harus dihilangkan dari kehidupan anak-anak Papua. Jika orang-orang papua mencintai papua sebagai tanah ahli waris dan kesulungan yang diberikan Tuhan dan di wariskan oleh nenek moyang berarti harus diperjuangkan dengan militansi “Ke-Papua-an” yang abadi.  

"Salam hormat"
 maaf para pembaca yang mulia jika ada salah kata dalam penulisan saya.


#Kebebasan tidak di berikan cuma-cuma harus direbut ✊✊mari rakyat Papua bersatu merebut kedaulatan bangsa west Papua.
 
"Salam pembebasan: persatuan tanpa batas perjuangan sampai menang"✊✊

Penulis: pilamowimwene
Negeri punten Sabtu 12 Desember 2020.



Sumber referensi: prinsip dasar 
kemerdekaan oleh: Sokrates Sofyan Yoman. 


Komentar

  1. Saya secara pribadi sangat salut gagasan yang bagus sudah di tuankan di kertas puti sehingga hari ini saya bisah tau betapa pentingnya kekomoakan dan kebersamaan.


    Tingkatkan menulisnya Tuhan berkati 😇😇

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bubarkan PBB= Perserikatan Bangsa_Bangsa.

T R I K O R A 19 DESEMBER 1961 ADALAH LUKA BERNANA DI TUBUH INDONESIA.